Senin, 15 Desember 2014
Minggu, 23 November 2014
Hubungan Perilaku Organisasi dengan Disiplin ilmu lain (Tgs Perilaku Organisasi)
HUBUNGAN PERILAKU ORGANISASI DENGAN DISIPLIN ILMU
LAIN
Oleh : Eka Franciska Susanty
12080314029
S1. Pendidikan Administrasi Perkantoran
Universitas Negeri Surabaya
Kontribusi dan
Keterkaitan Psikologi, Sosiologi, Antropologi, Psikologi Sosial dan Ilmu
Politik Terhadap Perilaku Organisasi
Definisi
Perilaku dan Organisasi
Perilaku
adalah semua yang dilakukan seseorang. Perilaku disebut juga sebagai sebuah
tindakan yang konkret yang ada pada diri manusia berupa sebuah tanggapan dan
reaksi dari manusia tersebut yang berbentuk atau yang terwujud dari individu
berupa suatu sikap dari anggota badan ataupun berupa ucapan secara spontan tanpa
direncankan atau dipikirkan dan tanpa paksaan.
Sedangkan
organisasi adalah suatu wadah yang
didalamnya terdapat dua atau lebih individu yang berinteraksi satu sama lain
mempunyai konsep yang sama, pemikiran yang sama karena mempunyai tujuan yang
sama pula. Menurut Sondang P. Siagian (1980), organisasi adalah setiap bentuk
persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai
sesuatu tujuan bersama dan terikat secara formal dalam suatu ikatan hirarki
dimana selalu terdapat hubungan antara seseorang atau sekelompok orang yang
disebut bawahan. Sedangkan menurut Dwight Waldo (1971), organisasi adalah
struktur hubungan – hubungan di antara orang – orang berdasarkan wewenang dan
bersifat tetap dalam suatu sistem administrasi. Jadi intinya adalah, organisasi
merupakan bentuk kerjasama manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Dari
definisi perilaku dan organisasi di atas dapat disimpulkan bahwa, Perilaku Organisasi (PO) atau Organizational behavior (BO) adalah
suatu studi yang mempelajari tingkah laku manusia dimulai dari tingkah laku
secara individu, kelompok dan tingkah laku ketika berorganisasi, serta pengaruh
perilaku individu terhadap kegiatan organisasi dan sebaliknya dimana mereka
melakukan atau bergabung dalam organisasi tersebut.
Definisi
Perilaku Organisasi (Organizational
Behavior) menurut pandangan beberapa ahli diantarnya:
1.)
Stephen P. Robbins
Perilaku Organisasi (PO) atau
Organizational Behavior (OB) adalah bidang studi yang menyelidiki pengaruh yang
dimiliki oleh individu, kelompok dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi,yang
bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan semacam ini guna meningkatkan keefektifan
suatu organisasi.
2.)
Gibson, Ivancevich dan
Donelly
Perilaku Organisasi merupaka bidang
studi yang mencangkup teori, metode dan prinsip – prinsip dari berbagai disiplin
ilmu guna mempelajari persepsi individu, nilai – nilai, kapasitas pembelajaran
individu dan tindakan – tindakan saat bekerja dalam kelompok dan di dalam
organisasi secara keseluruhan, menganalisis akibat lingkungan eksternal
terhadap organisasi dan sumber dayanya, misi, sasaran dan strategi.
3.)
Joe Kelly
Perilaku organisasi adalah suatu bidang
studi yang mempelajari sifat – sifat organisasi, termasuk bagaimana organisasi
dibentuk, tumbuh dan berkembang.
Jadi,
Perilaku Organisasi (PO) atau Organizational
Behavior (OB) adalah suatu studi yang menyangkut aspek – aspek tingkah laku
manusia dalam organisasi atau suatu kelompok tertentu. Aspek pertama meliputi
pengaruh organisasi terhadap manusia, sedangkan aspek yang kedua meliputi
pengaruh manusia terhadap organisasi. Dapat disimpulkan bahwa Perilaku
Organisasi (PO) adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana
seharusnya perilaku tingkat individu, tingkat kelompok serta dampaknya terhadap
kinerja (baik individual, kelompok maupun organisasi).
Perilaku
Organisasi (PO) berkenaan dengan studi tentang apa yang dilakukan orang – orang
dalam suatu organisasi dan bagaimana perilaku (individu atau kelompok)
mempengaruhi kinerja dari organisasi.Dalam kaitan ini maka ruang lingkup
perilaku organisasi berkenaan dengan perilaku individu, perilaku kelompok dan
struktur organisasi yaitu, perilaku individu dan kelompok mempengaruhi
organisasi dan organisasi mempengaruhi perilaku individu dan kelompok. Sehingga
bahan kajian dalam perilaku organisasi meliputi sikap dan persepsi manusia,
dalam hal ini sikap pegawai terhadap pekerjaannya, terhadap rekan kerjanya,
pimpinannya, serta perilakunya dalam konflik, kerjasama, komunikasi, motivasi
danlain – lain.
Contoh
perilaku organisasi: Dalam pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi,
soerang pemimpin mengadakan rapat anggota dan pertimbangan – pertimbangan lain
agar mencapai pengambilan keputusan yang bijaksana dan mencapai tujuan
organisasi tersebut. Kemudian contoh lain adalah: Bung karno dengan semangat
nya dan kepribadian yang kharismatik dengan mudah membakar semangat serta
menggerakkan rakyatnya untuk kemerdekaan Indonesia.
Kontribusi dan
Keterkaitan Berbagai Disiplin Ilmu pada Perilaku Organisasi (PO)
Hakikat
organisasi merupakan “Sistem Sosial” dan
dibentuk atas dasar kepentingan bersama, organisasi dibentuk dan dipertahankan
atas dasar kebersamaan. Perilaku Organisasi (PO) sangat berkaitan sekali dengan
“Sistem Sosial”, sebagai
konsekuensinya adalah segala aktivitas organisasi diatur oleh hukum sosial dan
hukum psikologis.Selain itu, Perilaku Organisasi adalah disiplin ilmu yang
relatif baru yang merupakan ilmu perilaku terapan yang dibangun dengan dukungan
sejumlah disiplin perilaku. Ilmu – ilmu perilaku yang amat besar sumbanngannya
terhadap perkembangan perilaku organisasi diantaranya adalah:psikologi, sosiologi, antropologi, psikologi
sosial dan ilmu politik(Robbin:2001). Psikologi memberi kontribusi yang
besar pada satuan analisis individual atau mikro, sedangkan ilmu lainnya
menyumbang konsep makro, proses kelompok dan organisasi.
Definisi
Psikologi.
Psikologi
berasal dari bahasa Yunani, yaitu Psychology
yang merupakan gabungan dari kata psyche
dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos
berarti ilmu. Secara harafiah, psikologi diartikan sebagai ilmu jiwa. Istilah
psyche atau jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu merupakan objek yang
bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dapat dipungkiri
keberadaannya. Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai
dan diganti dengan istilah psikis.
Definisi
psikologi menurut pandangan beberapa ahli antara lain:
1.) Menurut
Ensiklopedia Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), psikologi adalah ilmu yang
mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat secara
langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
2.) Menurut
Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan
lingkungannya.
3.) Menurut
Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun
kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah
tingkahh laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, dudu,
berjalan dan lain sebagainnya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi
berpikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainnya.
Dari
beberapa definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa, Psikologi adalah
ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu
maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa
tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun
yang tidak disadari.
Dapat
diketahui bahwa definisi psikologi merupakan ilmu tentang tingkah laku. Pada
hakekatnya tingkah laku manusia itu sangat luas,semua yang dialami dan
dilakukan manusia merupakan tingkah laku. Semenjak bangun tidur sampai tidur
kembali manusia dipenuhi oleh berbagai tingkah laku.
Dengan demikian objek
ilmu psikologi sangat luas. Karena luasnya objek yang dipelajari psikologi,
maka dalam perkembangannya ilmu psikologi dikelompokkan dalam beberapa bidang,
yaitu:
1.) Psikologi
perkembangan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah lakuyang terdapat pada tiap –
tiap tahap perkembangan manusia sepanjang rentang kehidupannya.
2.) Psikologi
pendidikan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam situasi
pendidikan.
3.) Psikolgi
sosial, ilmu yanng mempelajari tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan
masyarakat sekitarnya.
4.) Psikologi
industri, ilmu yang mempelajari tingkah laku yang muncul dalam dunia industri
dan organisasi.
5.) Psikologi
klinis, ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang sehat dan tidak sehat,
normal dan tidak normal, dilihat dari aspek psikisnya.
6.) Psikologi
lintas budaya, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam aspek
kultur budaya.
Kontribusi dan Keterkaitan Psikologi Terhadap
Perilaku Organisasi (PO)
Psikologi
merupakan ilmu yang berkenaan dengan usaha untuk mengukur, menjelaskan dan
kadang – kadang mengubah perilaku manusia. Oleh karena itu para psikolog
melibatkan diri mereka dalam studi dan usaha untuk memahami perilaku individu.
Secara spesifik sumbangan mereka dalam bidang perilaku organisasi berkenaan
dengan masalah – masalah antara lain: kebosanan, kelelahan, kondisi kerja,
persepsi, kepribadian, latihan, kepemimpinan, motivasi, pengambilan keputusan
dan pengukuran sikap.
Contohnya
adalah: psikologi pembelajaran, teori kepribadian, psikologi konseling serta
psikologi industri dan organisasi.
Contoh
kasus: Dalam hasil sebuah survey baru – baru ini terhadap 1500 karyawan
menyebutkan bahwa uang bukanlah merupakan motivator utama bagi para karyawan.
Tetapi hal – hal yang lebih dianggap penting oleh para karyawan sebagai
motivasi adalah: aktivitas pembelajaran dan penugasan, jam kerja dan istirahat
yang fleksibel, pujian pribadi, otonomi dan otoritas yang lebih tinggi dalam
pekerjaan mereka dan waktu bersama manajer mereka. Jadi, bagi para karyawan
tersebut uang itu penting tetapi setelah hal – hal tersebut diatas terpenuhi.
Definisi Sosiologi
Istilah
sosiologi pertama kali dicetuskan oleh seorang filsuf asal Perancis bernama
Auguste Comte dalam bukunya Cours de la
Philosovie Positive. Orang yang dikenal dengan “Bapak Sosiologi” tersebut
menyebut sosiolog adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Kata sosiologi
berasal dari bahasa Latin yaitu “socius”yang
berarti teman atau kawan dan “logos”
yang berarti ilmu pengetahuan. Disebutkan oleh Auguste Comte di atas yang
menyatakan sosiologi merupakan ilmu pengetahuan. Sebuah pengetahuan dapat
dikatakan sebagai ilmu apabila mengembangkan suatu kerangka pengetahuan yang
tersusun dan teruji yang didasarkan pada penelitian yang ilmiah. Sosiologi
dapat dikatakan sebagai ilmu sejauh sosiologi mendasarkan penelaahannya pada
bukti – bukti ilmiah dan metode – metode ilmiah.
Definisi
sosiologi menurut beberapa ahli anta lain:
1.) Max
Weber, sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan –tindakan sosial.
2.) Paul
B. Horton, sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan
kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.
3.) Soejono
Soekanto, sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi – segi
kemasyarakatan yang bersifat umumdan berusaha untuk mendapatkan pola – pola
umum kehidupan masyarakat.
4.) Pitirim
Sorokin, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal
balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala
keluarga dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan
pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial dan yang
terakhir, sosiologii adalah ilmu yang mempelajari ciri – ciri umum semua jenis
gejala – gejala sosial lain.
Jadi,
dapat disimpulkan bahwa Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari jaringan
hubungan antara manusia dalam bermasyarakat. Sedangkan secara luas sosiologi
merupakan ilmu pengetahuan tentang masyarakat dimana sosiologi mempelajari
masyarakat sebagai kompleks kekuatan, hubungan, jaringan interaksi serta
sebagai kompleks lembaga atau penata.
Kontribusi dan
Keterkaitan Sosiologi Terhadap Perilaku Organisasi (PO)
Sosiologi
merupakan bidang ilmu yang mempelajari sistem sosial dimana individu – individu
mengisi peranmereka masing – masing. Jika psikologi memfokuskan perhatian pada
individu, maka berbeda dengan sosiologi yang mempelajari orang – orang dalam
hubungannya dengan sesama manusia (manusia lainnya), artinya sosiologi tersebut
mempelajari manusia dalam hubungannya dengan manusia lain. Dalam kaitannya
dengan perilaku organisasi maka konsep – konsep yang berasal dari sosiologi
dapat memberi masukan terhadap perilaku organisasi.
Contohnya
adalah: dinamika kelompok, desain tim kerja, budaya organisasi, teori dan
struktur organisasi formal, teknologi organisasi, birokrasi, komunikasi,
kekuasaan, konflik dan perilaku antar kelompok.
Contoh
kasus sederhana: Ketika seseorang mengajukan pembuatan akta kelahiran pada
dinas kependudukan dan pencatatan sipil di sebuah kabupaten atau kota,
seseorang tersebut merasa kesulitan dan merasakan administrasi pengajuan akta
kelahiran yang ribet serta memakan waktu yang lama, padahal pengajuan akta
kelahiran tersebut bisa jadi dalam waktu tidak lebih dari satu hari. Hal
tersebut terbentuk dan membudaya disebuah organisasi atau instansi dinas
kependudukan dan pencatatan sipil karena kebiasaan menunda – nunda pengurusan,
yang seharusnya bisa jadi dalam waktu beberapa jam menjadi molor sampai
berminggu – minggu karena masih menunggu sampai ada orang lain lagi yang
mengajukan atau menunggu hingga pengajuan akta tersebut menumpuk banyak,
sehinga pengajuan akta yang sudah ada tidak dikerjakan dahulu. (birokrasi dan budaya organisasi yang
negatif).
Contoh
kasus yang kedua: Ketika customer berkunjung di sebuah hotel, baru masuk saja
customer sudah disambut dengan ramah, sopan serta menyenangkan oleh para
pelayan dan petugas disebuah hotel tersebut, tidak mungkin customer itu di
diamkan atau dibiarkan begitu saja. Pasti disamut dengan hangat oleh pihak
hotel. Mereka sudah biasa untuk menyapa dan menyambut para customer yang datang
tanpa terkecuali. Budaya organisasi tersebut terbentuk karena kebiasaan yang
terikat pada mereka.(birokrasi dan budaya
organisasi yang positif).
Definisi
Antropologi
Istilah Antropologi berasal dari
bahasa Yunani, anthropos dan logos. Anthropos berarti manusia dan Logos
berarti pikiran atau ilmu. Secara sederhana, Antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia. Menurut William
A. Haviland, ahli antropologi asal Amerika Serikat, pengertian Antropologi
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari keanekaragaman manusia dan
kebudayaannya. Dengan mempelajari kedua hal tesebut, Antropologi adalah studi
yang berusaha menjelaskan tentang berbagai macamm bentuk perbedaan dan persamaan
dalam aneka ragam kebudayaan manusia. Sedangkan menurut Koentjaraningrat, ahli
antropologi Indonesia, pengertian Antropologi adalah ilmu yang mempelajari
aneka warna, bentuk fisik masyarakat, serta kebudayaan yang dihasilkan.
Antropologi adalah cabang ilmu yang
usia perkembangannya relatif lebih muda dari cabang ilmu lainnya. Ilmu ini
sebenarnya mulai berkembang bersamaan dengan abad pelayaran dunia. Sebagai
sebuah ilmu, Antropologi benyak bersinggungan dengan ilmu – ilmmu sosial
lainnya, bahkan ilmmu sains, seperti biologi maupun kedokteran. Antropologi
seringkali mendapat pengaruh dari berbagai ilmu lain, baik dalambentuk teori,
metode bahkan hasil penelitian. Secara sistematis, Antropologi terus menerus
mengembangkan teori, metode dan hasil penelitiannya sendiri yang sangat khas.
Kontribusi dan
Keterkaitan Antropologi Terhadap Perilaku Organisasi (PO)
Antropologi
merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat – masyarakat dalam rangka untuk
mempelajari manusia dan kegiatan mereka, yaitu mempelajari masyarakat untuk
mengetahui seluk beluk manusia.
Contohnya:
perbedaan – perbedaan fundamental dalam nilai, sikap dan norma tentang perilaku
yang dapat diterima mempengaruhi cara orang bertindak, pemahaman dalam bidang
budaya organisasi, lingkungan organisasi dan budaya nasional.
Contoh
kasus sederhana: Seorang wartawan berasal dari Lingga Kepulauan Riau yang
memiliki karakteristik budaya yang khas dan bahasa melayu lingga yang khas dari
daerahnya tetap menghargai dan beradaptasi ketika berada di daerah lain ataupun
di tempat kerjanya. Walaupun ditempat kerjanya terdapat bermacam – macam kultur
budaya yang berbeda, tetapi dia tetap menghargai dan menerima perbedaan yang
ada tanpa meninggalkan budaya daerahnya sendiri.
Contoh
lainnya adalah: Perbedaan kebutuhan antara petani di pedesaan dengan pengusaha
– pengusaha non pertanian di perkotaan. Jika para petani yang dibutuhkan adalah
alat – alat pertanian, benih unggul, pupuk, lahan pertania dan hal – hal lain
yang menunjang agar pertaniannya berkualitas tinggi, berbeda dengan para
pengusaha non pertanian di kota yang tidak membutuhkan itu semua, yang
dibutuhkan adalah bahan – bahan baku yang berkualitas untuk kemajuan usahanya,
relasi dan pangsa pasar yang luas serta hal – hal lain yang berhubungan
lanngsung dengan usaha yang dijalankannya untuk kemajuan usahanya.
Kemudian
contoh yang lain adalah: Sebuah acara yang diadakan oleh PPI Den Harg yaitu
festival ASEAN 2014 di Tokyo yang menampilkan berbagai budaya hingga kuliner
tradisional masing – masing bangsa dan negara sebagai ciri khas dari bangsa dan
negara tersebut. Selain itu acara tersebut diadakan untuk memperkenalkan budaya
hingga kuliner bangsa indonesia ke negara – negara lain. Hal tersebut merupakan
cara untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada.
Definisi
Psikologi Sosial
Psikologi sosial berasal dari kata psikologi dan sosial. Pengertian psikologi
sosial adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari
mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Adapun pengertian
sosial adalah segala perilaku manusia yang menggambarkan hubunngan
non-individualis.
Jadi, Psikologi Sosial adalah sebuah
ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai pengaruh hubungan individualis
terhadap perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah.
Menurut Hubert Bonner dalam bukunya
“Social Psychology” menyatakan “Psikologi sosial adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang tingakah laku manusia”. Sedangkan menurut Michener dan
Delamater (1999) menyatakan bahwa psikologi sosial adalah studi alami tentang
sebab – sebab dari perilaku sosial manusia.
Kontribusi dan
Keterkaitan Psikologi Sosial Terhadap Perilaku Organisasi (PO)
Psikologi
sosial merupakan suatu bidang ilmu dalam psikologi, tetapi memadukan konsep –
konsep psikologi dan sosiologi. Psikologi sosial mempelajari perilaku antar
pribadi dalam arti berusaha mencari penjelasan tentang bagaimana dan mengapa
para individu berperilaku tertentu dalam kegiatan kelompoknya.
Kontribusi
untuk perilaku organisasi yaitu bagaimana menerapkan perubahan dan bagaimana
mengurangi hambatan agar suatu perubahan dapat diterima, mengukur dan memahami
serta mengubah sikap, pola komunikasi dan cara – cara bagaimana kegiatan
kelompok memenuhi kebutuhan individu.
Contohnya
adalah: pola – pola komunikasi, cara – cara kegiatan kelompok yang dapat
memuaskan kebutuhan individu, proses pengambilan keputusan kelompok.
Contoh
kasus sederhana: OSIS SMKN Sekar yang mengadakan acara istighosah dan doa
bersama sekaligus bimbingan belajar untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan
UNAS. Contoh yang lain adalah: Masa transisi siswa SMA/SMK sederajat menjadi
mahasiswa di sebuah perguruan tinggi. Mau tidak mau siswa yang sudah menjadi
mahasiswa harus mengubah sikap, perilaku hingga maindset nya untuk bisa lebih
dewasa dan tidak seperti siswa abg lagi. Salah satu contoh kegiatan sebagai
penunjang dalam masa transisi tersebut agar perubahan dapat diterima dan
mengurangi hambatan adalah kegiatan PKKMB atau yang biasanya dikenal dengan
nama OSPEK. Kegiatan tersebut sangat berperan dalam pembentukan karakter dan
pendewasaan mahasiswa baru pada masa transisi.
Definisi Ilmu
Politik
Secara etimologis, politik berasal
dari bahasa Yunani yaitu Polis yang
berarti kota yang berstatus negara. Secara umum istilah politik dapat diartikan
berbagai macam kegiatan dalam suatu negara yang menyangkut proses menentukan
tujuan – tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan – tujuan itu.
Menurut Soelaiman Soemardi, ilmu
politik sebagai suatu ilmu pengetahuan kemasyarakatan, mempelajari masalah
kekuasaan dalam masyarakat, sifat hakekatnya, luas lingkupnya, dasar
landasannya serta hasil akibatnya. Sedangkan George B. De Huszer dan Thomas H.
Stevenson, ilmuu politik ialah lapangan studi yang pertama – tama memperhatikan hubungan kekuasaan antara orang dengan orang,
antara orang dengan negara dan antara negara dengan negara.
Kontribusi dan
Keterkaitan Ilmu Politik Terhadap Perilaku Organisasi (PO)
Ilmu
Politik merupakan ilmu yang mempelajari perilaku individu dan kelompok dalam
suatu lingkungan politik. Berbagai hal yang dapat diambil dari ilmu politik
oleh perilaku organisasi adalah sebagaimana contoh berikut.
Contohnya
adalah: penstrukturan konflik, alokasi kekuasaan, bagaimana orang memanipuasi
kekuasaan untuk kepentingan diri sendiri.
Contoh
kasus sederhana: fenomena yang masih hangat sepekan ini adalah fenomena kota
Bekasi yang ramai di bully di media sosial. Kota
patriot ini ramai di bully karena keadaan infrastrukutur nya yang kurang
baik dan Lahan Terbuka Hijau (LTH) nya yang kurang tercukupi. Fenomena ini
bukan saja sebagai bully, tetapi sebagai media untuk menyampaikan kritikan –
kritikan yang membangun untuk kota Bekasi ini. Sehingga dengan adanya fenomena
ini dapat di jadikan PR sekaligus pembenahan untuk Pemerintah Kota (PEMKOT)
Bekasi dalam hal peningkatan lahan terbuka hijau, pembenahan jalan – jalan yang
rusak, penanganan banjir dan infrastruktur kota Bekasi.
Kerangka
Pemikiran Kontribusi dan Keterkaitan Perilaku Organisasi Dengan Disiplin Ilmu
Lain. (Gb. Bidang Pendukung Perilaku Organisasi)

Dalam hidup yang kita jalani tidak lepas dari interaksi
atau hubungan – hubunngan dengan antar individu untuk mencapai tujuan dasar
hidup kita. Dan hal tersebut merupakan salah satu tujuan individu masukdalam organisasi,
adapun kegiatan – kegiatan didalam organisasi dan peranan kita di organisasi
tersebut, dalam upaya mepertahankan dan memajukan organisasi dengan aktivitas –
aktivitasyang disertai interaksiantar individu dengan keanekaragaman yang unik
merupakan suatu perilaku individu dalam organisasi.
Bidang ilmu perilaku organisasi berupaya menyelidiki dan
mengungkapkan dampak –dampak yang akan ditimbulkan oleh individu, kelompok
maupun struktur (organisasi) terhadapprestasi organisasi, seperti: produktivitas
kerja, efektivitas organisasi.
Bidang ilmu perilaku organisasi sifatnya teoritis untuk
menemukan metode dan prinsip – prinsip dasar dalam rangka untuk mengungkapkan
kemungkinan – kemungkinan, kecenderungan – kecenderungan perilaku individu,
kelompok maupun struktur (organisasi) yang akan menguntungkan atau merugikan
pencapaian tujuan prestasi organisasi.
Dalam rangka memecahkan berbagai masalah yang dihadapi
organisasi, bidang ilmu perilaku organisasi dibantu oleh bidang ilmu lainnya,
diantaranya: psikologi, sosiologi, antropologi, psikologi sosial dan ilmu
politik
DAFTAR PUSTAKA
Nugrahvianti,
Eriza. 2014. Perilaku Organisasi.
(http://Perilaku Organisasi _ eriza nugrahvianti.html.
di akses 29 September 2014).
Pradana,
Fiqih. dkk. 2012. Orientasi Konsep
Perilaku Organisas.Pdf. (http://ymayowan.lecture.ub.ac.id/files/2012/01/ppo-kelompok-1.pdf.html.
di akses 10 Oktober 2014).
Prasetya,
Indra. 2010. Konsep Dasar Perilaku
Organisasi. (http://indraprasetya17.wordpress.com/2010/12/02/konsep-dasar-perilaku-organisasi// html.
di akses 30 September 2014).
Robbins,
Stephen P. 2008. Perilaku Organisasi
(Organizational Behavior) Buku 1 Edisi 12. Jakarta:
Salemba Empat.
Sasrawan, Hedi. 2013. Artikel
Sosiologi Sosial. (http://hedisasrawan.blogspot.com/2013/09/psikologi-sosial-artikel-lengkap.html. di akses 13 Oktober 2014).
Silalahi,
Ulberth. 1989. Studi Tentang Ilmu
Administrasi. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sofyandi,
Herman & Iwa Garniwa. 2007. Perilaku
Organisasional. Yogyakarta: Graha Ilmu.
______. 2009. Definisi Ilmu
Politik. (http://sospol.pendidikanriau.com/2009/10/definisi-ilmu- politik-sebelum.html. di
akses 13 Oktober 2014).
______. 2013. Pengertian
Antropologi dan CabangI. (http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-antropologi-dan-cabang.html. di akses 13 Oktober 2014).
______.
2013. Perilaku Organisasi. (http://menarailmuku.blogspot.com/2013/03/perilaku- organisasi.html. di akses 10 Oktober 2014).
______. 2014. Definisi Ilmu
Politik. (http://www.lintasberita.web.id/definisi-definisi-ilmu- politik-dari-para-pakar// html.
Di akses 13 Oktober 2014).
______.
2014. Konsep Dasar Perilaku Organisasi. (http://Konsep
Dasar Perilaku Organisasi _
WinaMart~.htm http://winamartiana.wordpress.com//html. di akses 29 September 2014).
______. 2014. Pengertiaan
Psikologi. (http://belajarpsikologi.com/pengertian- psikologi//html.
di akses 13 Oktober 2014).
______. 2014. Pengertian Sosiologi
Lengkap. (http://www.zonasiswa.com/2014/05/pengertian-sosiologi-lengkap-pendapat.html. di akses 10 Oktober 2014).
______.
2014. Perilaku Organisasi. (https://www.academia.edu/5220889/Perilaku- organisasi//html. di akses 1 Oktober 2014).
Langganan:
Postingan (Atom)